Rabu, 11 November 2020

Unsur Ekspresi

Prinsip Seni Musik (Unsur Ekspresi)
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa unsur pokok di atas adalah bagaimana bentuk atau wujud dari unsur musiknya. Sementara itu, prinsip seni musik adalah cara membawakan wujud atau unsur pokok yang telah dijabarkan di atas.

Prinsip atau unsur ekspresi dalam musik meliputi tempo atau tingkat kecepatan musik, dinamika atau tingkat volume suara, keras lembutnya suara dan warna nada atau timbre yang tergantung cara memproduksi suaranya.

Berikut adalah beberapa prinsip atau unsur ekspresi dan bisa pula dikatakan kelanjutan dari unsur-unsur seni musik di atas.

1. Tempo
Tempo adalah bagaimana kecepatan birama lagu dibawakan. Menurut Miller dalam (Bramantyo, hlm. 24) tempo ialah istilah bahasa Itali yang artinya waktu, di dalam seni musik tempo menunjukkan kecepatan. Macam-macam tempo meliputi:

Presto: sangat cepat
Allegro: cepat
Vivace: umum (disebut juga: hidup, atau keadaan sehari-hari)
Moderato: sedang
Andante: agak lambat
Adagio: lebih lambat
Lento: lambat
Largo: sangat lambat
2. Dinamik
Dinamik adalah kuat atau lemahnya penyajian bunyi (Soeharto, 1992, hlm. 30). Dinamik merupakan kekuatan bunyi yang memainkan peranan besar dalam menciptakan ketegangan atau tensi musik.

Semakin keras musik semakin kuat tingkat ketegangannya (dynamic tension). Sebaliknya, semakin lembut maka semakin lemah tingkat ketegangannya (Miller dalam Bramantyo, hlm. 81).

Macam-macam dinamik menurut Miller (hlm. 80) yakni:

Fortissimo: sangat keras
Forte: keras
Mezzo Forte: agak keras
Mezzo Piano: agak lembut
Piano: lembut
Pianissimo: sangat lembut
3. Timbre/ Warna Nada
Timbre adalah kualitas atau warna bunyi atau mudahnya ciri khas bunyi yang terdengar bermacam-macam. Timbre yang berbeda dapat dihasilkan oleh cara memproduksi nada atau bahan sumber bunyi yang berbeda-beda pula (Jamalus, 1998, hlm. 40).


Supported by :

Rabu, 04 November 2020

Seni Musik

Pengertian Seni Musik
Seni musik adalah cabang seni yang menggunakan media bunyi atau suara untuk menyampaikan karya yang diusungnya. Namun, meskipun terdengar terbatas dalam getaran atau suara, dalam kenyataannya seni musik melibatkan pikiran dan perasaan manusia pula.


Seperti dalam pendapat Djohan (2016) bahwa definisi seni musik adalah produk pikiran yang disalurkan melalui elemen vibrasi (getaran) dalam bentuk frekuensi yang ditransformasi secara neurologis di dalam pikiran melalui berbagai unsur pokok pembentuknya seperti suara, nada, dan melodi.

Mudahnya, indra penikmat cabang seni musik adalah indra pendengaran yang dioperasikan menggunakan telinga. Apa yang katakanlah “diraba” oleh indra ini adalah getaran. Oleh karena itu, sebetulnya, seluruh media, medium, atau alat musik adalah alat yang menghasilkan getaran.

Kemudian, meskipun produk yang dihasilkan adalah getaran dalam frekuensi tertentu, yang mencernanya bukanlah sekedar indra pendengar saja. Namun melibatkan pikiran dan perasaan pendengarnya pula, karena getaran yang diolah menjadi musik memengaruhi pendengarnya secara psikis pula.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa apa yang dimaksud dengan seni musik adalah produk pikiran manusia yang dihantarkan melalui getaran yang membentuk suara, disusun menjadi aransemen unsur musik sehingga dapat dinikmati melalui pikiran dan perasaan melalui indra pendengaran.


Untuk memperkuat definisi seni musik di atas, berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian musik.

Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli

Ortiz
Definisi musik adalah kekuatan dasar yang sangat efektif untuk menenangkan dan mendatangkan inspirasi bagi banyak orang (Ortiz dalam Baidah, 2010, hlm. 1-8).

Jamalus
Seni musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik, seperti irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan (Jamalus, 1998, hlm. 1).

Soeharto
Seni musik adalah pengungkapan gagasan melalui bunyi yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa bentuk, sifat, dan warna bunyi (Soeharto, 1992, hlm. 86).

Banoe
Musik adalah cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara a tau bunyi kedalam pola yang dapat dimengerti dan dipahami manusia (Banoe, 2003, hlm. 288).

Hardjana
Menurut Hardjana (2003, hlm. 111) musik adalah permainan waktu dengan mengadopsi bunyi sebagai materinya, musik adalah waktu dalam bunyi, waktu adalah ruang dan bunyi adalah substansinya.

Unsur Unsur Seni Musik
Unsur unsur seni musik adalah bagian-bagian yang membentuk karya musik menjadi suatu kesatuan komposisi nada atau bunyi yang dapat dikatakan musik. Bunyi atau suara yang tidak diaransemen belum tentu menjadi musik jika tidak memperhatikan unsur dan cara menyusunnya.

Menurut Jamalus (1998, hlm. 7) Unsur seni musik terbagi menjadi: 1) unsur-unsur pokok, meliputi: irama, melodi, harmoni dan bentuk atau stuktur lagu; 2) unsur-unsur ekspresi, meliputi: tempo, dinamik dan warna nada.

Namun, sebetulnya unsur-unsur ekspresi sering disebut sebagai prinsip seni musik pula. Mengapa? Karena unsur ekspresi mengacu pada cara seorang komposer atau musisi menyajikan unsur pokok yang berarti bisa disebut sebagai acuan kebenaran, paham yang diambil, atau: prinsip.

Katakanlah unsur pokok adalah bata yang membentuk suatu dinding (musik), sementara unsur ekspresi adalah tata cara menyusun bata agar menjadi kokoh. Berikut adalah penjelasan dari unsur dan prinsip seni musik.

Unsur Pokok Seni Musik
Unsur-unsur pokok yang membentuk musik adalah sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Suara
Suara adalah unsur paling dasar dari seni musik. Menurut Djohan (2016, hlm. 10) suara adalah perubahan getaran udara yang memiliki panjang gelombang maupun periode dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik dapat dibagi menjadi: tala (tinggi nada), durasi (berapa lama suara dikeluarkan), intensitas, dan timbre (warna bunyi).

2. Nada
Pembagian suara ke dalam frekuensi tertentu disebut dengan nada. Nada adalah satuan terkecil dari seni musik yang dapat dibagi-bagi ke dalam tinggi redahnya menurut frekuensi maupun jarak relatif nada patokan. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada terdiri dari: tangga nada mayor, minor, dan pentatonik.


3. Melodi
Melodi adalah rangkaian tinggi rendahnya nada yang berbunyi atau dibunyikan secara berurutan. Seperti yang dikemukakan oleh Jamalus (1998, hlm. 16) bahwa melodi adalah susunan atau rangkaian nada dengan getaran teratur yang terdengar berurutan dan mengungkapkan suatu perasaan atau pikiran.

4. Irama / Ritme
Irama adalah pengulangan urutan rangkaian gerak dalam suatu komposisi musik yang teratur sehingga terdengar indah/estetis atau memberikan dampak tertentu pada pendengarnya.

Pernyataan di atas senada dengan pendapat Jamalus (1998, hlm.7) yang mengungkapkan bahwa Irama merupakan urutan rangkaian gerak yang menjadi unsur dalam sebuah musik.

5. Birama
Merupakan ketukan atau ayunan berulang-ulang yang datang secara teratur dalam waktu yang sama. Birama ditulis dalam angka pecahan seperti 2/4, 3/4, 6/8, dst.

Angka pertama sebelum garis miring adalah pembilang yang menunjukkan nilai ketukan pada tiap birama, sementara angka di belakang garis miring berarti penyebut yang menunjukkan nilai notasi dalam satu ketukan.

6. Tangga Nada/ Struktur/ Notasi
Tangga nada atau struktur adalah urutan berbagai nada yang disusun membentuk tangga. Terdapat dua tangga nada, yakni tangga nada diatonik yang terdiri dari 7 nada dengan 2 jenis jarak (1/2 dan 1), dan tangga nada pentatonik yang terdiri dari 5 nada pokok.

Satu tangga nada memiliki satu nada dasar yang diikuti oleh nada lainnya yang lebih rendah atau tinggi dengan pola interval tertentu dan membentuk ciri khas khusus.

7. Harmoni
Harmoni adalah paduan nada yang ketika dibunyikan bersama-sama akan menghasilkan bunyi yang selaras/harmonis (Miller dalam Bramantyo, hlm. 48). Elemen harmoni seperti itu disebut dengan interval, terdapat elemen lain dari harmoni, yakni akor. Akor berarti harmoni yang bekerja dengan cara mengiringi melodi.
Sering diibaratkan bahwa harmoni menyusun keterpaduan seni musik secara vertikal, sementara harmoni menyelaraskan komposisi secara horizontal. Dalam seni musik, harmoni merupakan keselarasan paduan bunyi (contohnya: menyelaraskan beberapa melodi).


Supported by:

Senin, 02 November 2020

MENYAJIKAN TEKS EKSPOSISI

D. Menyajikan Teks Eksposisi
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kamu mampu: Menyajikan gagasan dalam bentuk teks eksposisi artikel ilmiah populer lingkungan hidup, kondisi sosial, dan atau keragaman budaya, dll. dalam wujud secara lisan dan tertulis dengan memperhatikan struktur unsur kebahasaan dan aspek lisan.
 *1. Langkah-Langkah Penyajian

Sebagaimana yang telah dipaparkan terdahulu bahwa teks eksposisi menyajikan sejumlah pendapat argumen. Teks eksposisi bertujuan untuk meyakinkan orang lain. Di dalamnya tersaji pula fakta untuk lebih meyakinkan kebenaran tentang isi pendapat itu. Dalam sistematika penyajiannya, teks eksposisi diawali dengan penyajian tesis isu, masalah, ataupun suatu pernyataan yang bersifat umum; kemudian diikuti rangkaian argumentasi atau pendapat beserta sejumlah fakta yang menguatkan; diakhiri dengan penegasan ulang. Langkah-langkah penyajiannya sebagai berikut:
a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.

b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih; melakukan sejumlah pengamatan lapangan.

c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu, berdasarkan hasil-hasil membaca dan langkah-langkah pengamatan.
Contoh:
1. Pentingnya penanganan sampah dalam menghadapi datangnya musim penghujan. 
2. Kesemrawutan kehidupan di suatu kota.
3.Pola hidup masyarakat kota dalam membuang sampah.
4. Sikap-sikap pemerintah dalam penanganan sampah.
5. Akibat-akibat pada bencana lingkungan.
6. Solusi penanganan.

d. Menyusun kerangka karangan, struktur teks eksposisi. Topik-topik itu disusun secara sistematis dengan menggunakan pola struktur teks eksposisi yang telah kita pelajari sebelumnya. Setelah itu,  kembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksposisi. Dalam tahap ini kamu harus menjadikan topik-topik itu menjadi argumen-argumen jelas dan logis. Di samping itu, kaidah-kaidah kebahasaan perlu diperhatikan.

Contoh Teks Eksposisi tentang Pendidikan

"Pembelajaran Jarak Jauh Kurang Efektif"

(Tesis)
Pembelajaran jarak jauh adalah jalan yang tidak dapat dihindari dalam kondisi pandemi Covid-19. Sayangnya pembelajaran jarak jauh kurang dapat berjalan dengan baik dalam pelaksanaannya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Terdapat beberapa alasan utama yang menyebabkannya.

(Rangkaian Argumen)
Infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia masih belum merata. Jangankan di pulau kecil saja, di pulau Jawa yang memiliki angka penduduk yang paling banyak saja masih banyak daerah yang belum terpapar sinyal internet.


Kemudian, jika sinyal internet tersedia biayanya tidak murah. Pembelajaran melalui konferensi video akan menghabiskan banyak pulsa hanya dalam satu hingga dua jam pelajaran saja. 1-2 Gigabyte data bisa habis dengan mudah dalam sekali panggilan konferensi video untuk pembelajaran jarak jauh.

Selanjutnya, tidak semua siswa dan keluarganya memiliki perangkat telepon pintar yang harus digunakan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Hal ini sangatlah tragis dan disayangkan karena tampaknya pemerintah kurang memperhatikan nasib dari keluarga yang tidak mampu untuk membeli telepon pintar.

Saat keluarga mampu untuk memiliki gawai atau perangkat komunikasi yang dibutuhkan pun orangtua belum tentu sanggup untuk membantu siswa belajar daring. Bukan masalah kompetensi orangtuanya yang utama, namun orangtua juga memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, apalagi dalam masa pandemi yang berpengaruh pula pada keadaan ekonomi semua orang.

Banyak siswa yang mengeluhkan pula bahwa pembelajaran jarak jauh membuat konsentrasi mereka buyar dan kurang fokus untuk belajar. Ilmu yang didapat dirasa tidak sebanding dengan pembelajaran tatap muka.

Banyak Guru yang mengeluhkan kendala teknis yang terjadi pada saat mengikuti pembelajaran jarak jauh. Kendala tersebut meliputi teknis penggunaan aplikasi (gagal upload, email tidak terkirim) maupun teknis teknologi informasi seperti lemahnya sinyal, perangkat yang galat, dsb.

Terakhir, sekolah juga agaknya  minim persiapan dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh ini . Hal ini wajar saja, karena pandemi terjadi secara tiba-tiba dan menimpa seluruh sektor industri tanpa terkecuali sekolah.

(Penegasan Ulang)
Pada akhirnya, pandemi covid-19 adalah musibah yang tentunya kita semua tidak menginginkannya untuk terjadi. Namun hal tersebut telah terjadi dan diperlukan kepedulian pemerintah, kesadaran semua civitas pendidikan baik Sekolah, Siswa, Guru, dan orangtua untuk ikut menyukseskan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Guru menyampaikan materi,  orang tua memantau proses belajar anaknya di rumah,  dan siswa dengan penuh amanah menyelesaikan kewajibannya dalam menyeselesaikan tugas dari proses Pembelajaran Jarak Jauh ini. 

Kita harus berhenti untuk saling menyalahkan dan secara bahu membahu ikut menyelesaikan permasalahan pendidikan jarak jauh. Semoga pandemi ini lekas berakhir dan kita bisa kembali bertatap muka, salah satunya agar kita dapat belajar Bahasa Indonesia seperti biasanya di dalam kelas.



---------------------------------------------------@hidayatullahmaj7---------------------------------------------------
Ternyata membuat teks Eksposisi itu mudah bukan? Selamat belajar. 😊
-ah-




Supported by:

Senin, 26 Oktober 2020

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki ciri khas tata kebahasaan yang dapat diidentifikasi dari mulai kata hingga kalimat apa yang dipakai. Terdapat 6 kaidah kebahasaan teks eksposisi, antara lain:

1.   1.    Menyatakan dan menjelaskan pendapat.
Misalnya, “Minum air putih adalah salah satu yang paling esensial di alam tubuh. Hal ini disebabkan selain 2/3 dari tubuh kita adalah air, air juga dapat memenersihkan tubuh dari racun dan menyumbang nutrisi penting ke sel-sel tubuh.”

2.     2.    Memuat fakta yang bersumber dari penelitian, yang diperlukan data untuk menyajikan informasi.
Misalnya, “Setelah makan berat, biasanya seseorang akan mengonsumsi kudapan ataupun camilan. Hal ini sebenarnya, menurut penelitian di National Institute of Health, bukanlah sebuah kebiasaan buruk, bahkan sebaliknya, sebab dapat menjaga keseimbangan gula dalam tubuh menjelang jadwal makan berat selanjutnya.”

3.    3.    Penegasan pendapat berada di bagian penutup, yang bersifat objektif dengan ragam ilmiah dan kalimat efektif.
Misalnya, “Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya, dari penjabaran tersebut dapat dikatakan bahwa kalori yang dikandung oleh makanan cepat saji sangat sedikit, sedangkan efeknya sangat buruk bagi kesehatan.”

4.     4.    Penggunaan pronomina atau kata ganti. Pronomina adalah kelas kata yang berfungsi untuk mengganti nomina (kata benda) atau frasa nomina.
Misal, Ibu sudah pulang ke rumah. Dia sebelumnya telah pergi ke pasar. Kata dia termasuk pronomina dan berfungsi mengganti kata ibu yang merupakan nomina. Pronomina terbagi menjadi dua: pronomina persona dan pronomina nonpersona. Pronomina persona terdiri atas tunggal dan jamak. Berdasarkan sudut pandangnya, pronomina persona terbagi menjadi pronomina orang pertama, kedua, dan ketiga. Sementara itu, pronomina nonpersona, yang digunakan untuk penunjuk (ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si) dan penanya.

5.     5.    Penggunaan leksikal.
Leksikal
adalah salah satu jenis kata yang menunjukkan nomina kata benda, verba kata kerja, adjektiva kata sifat, dan kata keterangan adverbia. Nomina atau kata benda adalah kelas kata dari nama seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, misalnya kebersihan, peraturan, papan tulis, penandatanganan, dsb. Verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu perbuatan, keberadaan, atau pekerjaan, misalnya bernapas, melompat, menyatakan, mengemukakan, dsb. Adjektiva adalah kata yang menerangkan keadaan atau sifat, misalnya baik hati, suci, bersih, alim, diam, dsb.

6.     6.    Penggunaan konjungsi.
Konjungsi atau kata hubung dalam teks eksposisi berfungsi agar argumen penulis dapat diperkuat.
Misalnya, Seni Didong merupakan salah satu seni tradisi lisan asal masyarakat Gayo, Aceh, yang seyogyanya dilestarikan oleh generasi muda bangsa karena sudah semakin tergerus dengan perkembangan teknologi. Kata yang pada kalimat ini merupakan konjungsi yang berperan sebagai penguat argumen akan kondisi Didong saat ini. Begitu pun kata karena yang berfungsi sebagai penanda alasan kenapa Didong perlu dilestarikan.

 

Sabtu, 24 Oktober 2020

Allahul Kafi Robbunal Kafi

Berikut lirik dan terjemahan Allahul Kafi yang disenangdungkan oleh guru mulia Habib Syech.

اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

Allah ta'ala tuhan kami
Nabi Muhammad nabi kami
Agama islam agama kami
Kitab Alquran pedoman kami

اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

Asy-Ari'iyah aqidah kami
Syafi'iyah madzhab kami
Ahlussunnah ajaran kami
Simtudduror amalan kami

اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

Sahabat Nabi idola kami
Keluarga kami kecintaan kami
Para ulama panutan kami
Umat Islam saudara kami

اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

Para kiai guru kami
Bersholawat panutan kami
Menuju ridho Tuhan kami
Hingga akhirat bawalah kami

اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah
Kanzun sholawat wadah kami
Al-Munsyidin panggilan kami
Habib Lutfi panutan kami
Sholawatan sampai mati

اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi alhamdulillah

Ahbaabul Mustofa wadah kami
Syekhermania panggilan kami
Ahlusunnah jiwa kami
Sholawatan sampai mati
اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi alhamdulillah

Indonesia tanah air kami
Indonesia kebangsaan kami
Merah putih kebanggan kami
NKRI harga mati


Home 
News
Lirik Allahul Kafi Rabbunal Kafi Habib Syech Lengkap dengan Terjemahan Indonesia
Senin, 28 September 2020 20:41
   
Ilustrasi - Lirik Allahul Kafi Rabbunal Kafi Habib Syech Lengkap dengan Terjemahan Indonesia
Ilustrasi - Lirik Allahul Kafi Rabbunal Kafi Habib Syech Lengkap dengan Terjemahan Indonesia


Baca Selanjutnya:

Awas Pencurian CD Bekas Wanita Marak, Ada yang Dipakai Pesugihan dan Obat Awet Muda

X
اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
Allahul kaafii rabbunal kaafi
قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi
لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى
Likullin kaafi kafaa nal kaafi
وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Wa ni’mal kaafi alhamdulillah

Indonesia tanah air kami
Indonesia kebangsaan kami
Merah putih kebanggan kami
NKRI harga mati



Terjemahan Indonesia


Allahul Kafi, Rabbunal Kafi

Allah yang mencukupi, Tuhan kita yang mencukupi

Qosodnal Kafi, wajadnal kafi


Tujuan kita adalah Allah yang mencukupi, dan kita menemukannya yang mencukupi

Likulli Kafi, kafanal kafi

Terhadap segala sesuatu Allah lah yang mencukupi, yang memenuhi segala kebutuhan kita adalah Allah

Wani’mal kafi, Alhamdulillah

Dan Allah itu sebaik-baik Zat yang mencukupi, segala piji bagi Allah

Hasbunallah wa ni'malwakiil

Cukup Allah menjadi penolong bagi kami

Ni'malmaula wa ni'mannashiir

Dan Allah adalah sebaik-baik pelindung

Chord Mudah Lagu Dewa 19 - Cukup Siti Nurbaya

INTRO: E C#m E C#m

A F#m
Oh.. masih ada, belenggu ruang cinta
A
Meresap kini, di dinding zaman
F#m
Mencoba-coba kikis naluri
A
Agitasi murahan yang ada lagi
F#m C#m
Mohon acuhkan palingkan muka
ugh
A F#m
Oh.. memang dunia, buramkan satu logika
A
Seolah-olah hidup kita ini
F#m
Hanya ternilai sebatas rupiah

(***)
A
Dengarkan manusia yang terasah falsafah
F#m C#m
Sesaat katanya itu bukan dogma
ugh


REFF: E C#m G#m A
Katakan.. pada mama
E C#m G#m A
Cinta bukan hanya harta dan tahta
E C#m G#m A
Pastikan.. pada semua
E C#m G#m A
Hanya cinta yang sejukkan dunia

E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa
E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa
A
Oh.. cukup Siti Nurbaya
F#m
yang mengalami pahitnya dunia
A
Hidupku, kamu, dan mereka semua
F#m
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan hidup yang kan tertempuh
*back to (***)


REFF:
E C#m G#m A
Katakan.. pada mama
E C#m G#m A
Cinta bukan hanya harta dan tahta
E C#m G#m A
Pastikan.. pada semua
E C#m G#m A
Hanya cinta yang sejukkan dunia

(SOLO gitar)

E C#m G#m A
Katakan..(kan) pada mama
E C#m G#m A
Cinta bukan hanya harta dan tahta
E C#m G#m A
Pastikan.. pada semua
E C#m G#m A
Hanya cinta yang sejukkan dunia

E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa
E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa
E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa
E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa
E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa
E C#m
Bukan itu mama.. bukan itu papa.

Chord Mudah Lagu Dewa 19- Roman Picisan

Am
Tatap matamu
  E
Bagai busur panah
   Am
Yang kau lepaskan
     E
Ke jantung hatiku..

Dm           Bb
Meski kau simpan
  C         G
Cintamu masih..
  Dm         Bb
Tetap nafasmu
  C     G     D
Wangi hiasi suasana..

Dm        Am
Saat ku kecup
E     Am
Manis bibirmu..

Reff:
A             C#m
Cintaku tak harus..(huuuu..)
  Em    Dm
Miliki dirimu...
    A          C#m
Meski perih mengiris...(huuuu..)
  Em        Dm
Iris segala janji..

Am
Aku berdansa
    E
Di ujung gelisah
     Am
Di iringi syahdu
       E
Lembut lakumu..

Dm         Bb
Kau sebar benih
  C    G
Anggun jiwamu..
   Dm      Bb
Namun kau tiada
    C          GD
Menuai buah cintaku..

Dm        Am
Yang ada hanya
  E         Am
Sekuntum rindu..

Reff:
A             C#m
Cintaku tak harus..(huuuu..)
  Em    Dm
Miliki dirimu...
    A          C#m
Meski perih mengiris...(huuuu..)
  Em        Dm
Iris segala janji..

Musik :  Am E Gm D/F#
         Bb C D#
         Dm Bb B G#m C#m D
         Bm D G Fm
         F# E D C#m

(*)
A
Malam-malamku bagai
C#m
Malam seribu bintang


Em
Yang terbentang
Dm
Di angkasa bila kau disini
AC#m
Tuk sekedar menemani
Em
Tuk melintasi wangi
Dm
Yang slalu tersaji di satu sisi hati

A
Malam-malamku bagai
C#m
Malam seribu bintang
Em
Yang terbentang
Dm
Di angkasa bila kau disini
AC#m
Tuk sekedar menemani
Em
Tuk melintasi wangi
Dm
Yang slalu tersaji di satu sisi hati

A
Malam-malamku bagai
C#m
Malam seribu bintang
Em
Yang terbentang
Dm
Di angkasa bila kau disini
AC#m
Tuk sekedar menemani
Em
Tuk melintasi wangi
Dm
Yang slalu tersaji di satu sisi hati

Reff:
A C#m
Cintaku tak harus..(huuuu..)
Em Dm
Miliki dirimu...
A C#m
Meski perih mengiris...(huuuu..)
Em Dm
Iris segala janji..

A            C#m
Cintaku tak harus..(huuuu..)
 Em      Dm
Miliki dirimu...
  A           C#m
Meski perih mengiris...(huuuu..)
   Em    Dm
Iris segala janji..

Outro:
A           C#m
Syaa..lalala..lala..(huuuu..)
  Em         Dm
Syaa..lalala..lala..
   A          C#m
Syaa..lalala..lala..(huuuu..)
     Em   Dm
Syaa..lalala..lala..
      A       C#m
Syaa..lalala..lala..(huuuu..)
      Em     Dm
Syaa..lalala..lala..
      A         E
Syaa..lalala..lala..