tuturkata_ahmajor7
Sabtu, 30 Juli 2016
Lagi, Kau
Lagi, Kau
Kau adalah senja
Nampak dan terlihat indah di sisi cakrawala yang kau ingin
Kau dicipta tak untuk bertahan di kefanaan
Ikhlas penghangat doa
Ialah sunyi tanpa bunyi
Ketulusan adalah nol harapan
300716 22.22
Telaga
Telaga
Kusampaikan rindu yang melulu ini di waktu terbaik saat gelap hampir hening
Semoga terasa hangat di dingin malammu
Dan matamu yang tak beriak, selalu menatap sehening telaga surga
Meruah asa ingin mengarung di kolam matamu, termasuk aku
Semoga tak mudah kau berikan
Dan semoga tak mudah kudapatkan
Selamat merintang penat betari penebar rindu
Kau
Kau
Oase hati di tengah terik rasa yang gersang
Kosa Kata Cinta
Kosa Kata Cinta
Berbicara soal cinta
Sebut saja aku si penyulam rindu
Penjahit luka masa lalu
Penjaga Warna
Penjaga Warna
Akhirnya hujan gagal mendustai dusta
Penjaga warnapun semakin lama kian menghilang
Seringai Silu
“Seringai Silu”
Apa kau masih menyimpan rasa yang kau dustakan?
Saat pedang kekecewaan kau hunuskan karena matamu menangkap sambaran kekeliruan
Pagi…
Kala asa yang datang bersama embun penyejuk duka
Netra sembabmu yang semalam tiada henti bercumbu
dengan dengki
Tak ada lagi ceruk alasan untuk terma berujar
Kau ubah hatimu menjadi majal
Sampai senyum membaja, kelu kekal dan mati rasa
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)