Sabtu, 25 November 2017

-Malar-

Tetaplah hidup dalam bising sunyi sepertiga yang kau puja
Khilafkan lara lalu yang kian meredup
Me-layu dan bergeming di hadapNya

-ah, 251117-

Senin, 06 November 2017

KIRANA

Berkelaluan, pena beruntung yang digenggammu menjelma bak bedaya di atas hamparan karpet kertas

Melengok
Mendayu, hilir-mudik menafsir imaji

Pernak-pernik citra, angan atau bukti mimpi, kau gubah dalam untai kalam plastis

Menyengsam elok dalam palung renung pengeja alif-bata

ah, 071117 10:00

Minggu, 24 September 2017

Rintik Tawar

Jangan membenci hujan duhai sang penjaga, karena tak jarang kau menembus waktu dan berkuyup di dalamnya. Pula pesan bunyi rintihnya adalah rindu yang tak berharap balas anggapan darimu yang selalu meniadakan.

Jumat, 15 September 2017

Bidik

Sudah beralamat, ribuan tanya yang  kau selamkan lewat waktu yang kesepian tak diacuhkan arah. Seperti cangkir hello kitty yang  tanpa kau sadar selalu menjadi peranti pelepas dahaga pergumulan mencapaiNya, tak ingin ditahui, diam-diam kaktus menyuka rona kemerah mudaan,

Sadik

Tetaplah hidup dalam bising sunyi sepertiga yang kau puja. Khilafkan perlahan lara lalu yang kian meredup. Me-layu nan bergeming, di hadapNya.

Sabtu, 29 Juli 2017

.......

Entah ruang mana yang sering kau juluki rindu, namun setiap kata yang menjerit, begitu saja menggema. Lamat-lamat tertelan sunyi. Pergi, melajang tanpa dipeluk waktu.

Kamis, 06 Juli 2017

der Vers Liebe

Mata-mata sedih memandangiku
Bulir-bulir kristal bening menggantung di setiap sudut matanya yang agak sipit. Hampir meluncur.

Mungkin puluhan kilometer yang katamu mampu dipangkas lewat sajak yang  disembahkan kepada penata masa akan sering diulang. Menghakiki dalam rindu dan rasa yang rahmat...

Sang Maha Puisi, catatilah dua asma perindu sebagai satu syair puitis. AtasMu.