Jangan membenci hujan duhai sang penjaga, karena tak jarang kau menembus waktu dan berkuyup di dalamnya. Pula pesan bunyi rintihnya adalah rindu yang tak berharap balas anggapan darimu yang selalu meniadakan.
Minggu, 24 September 2017
Jumat, 15 September 2017
Bidik
Sudah beralamat, ribuan tanya yang kau selamkan lewat waktu yang kesepian tak diacuhkan arah. Seperti cangkir hello kitty yang tanpa kau sadar selalu menjadi peranti pelepas dahaga pergumulan mencapaiNya, tak ingin ditahui, diam-diam kaktus menyuka rona kemerah mudaan,
Sadik
Tetaplah hidup dalam bising sunyi sepertiga yang kau puja. Khilafkan perlahan lara lalu yang kian meredup. Me-layu nan bergeming, di hadapNya.
Sabtu, 29 Juli 2017
.......
Entah ruang mana yang sering kau juluki rindu, namun setiap kata yang menjerit, begitu saja menggema. Lamat-lamat tertelan sunyi. Pergi, melajang tanpa dipeluk waktu.
Kamis, 06 Juli 2017
der Vers Liebe
Mata-mata sedih memandangiku
Bulir-bulir kristal bening menggantung di setiap sudut matanya yang agak sipit. Hampir meluncur.
Mungkin puluhan kilometer yang katamu mampu dipangkas lewat sajak yang disembahkan kepada penata masa akan sering diulang. Menghakiki dalam rindu dan rasa yang rahmat...
Sang Maha Puisi, catatilah dua asma perindu sebagai satu syair puitis. AtasMu.
Rabu, 14 Juni 2017
Din
Antara mana yang benar dan terlihat benar. Bukanlah pada tempatnya jika hitam adalah terang. Bahagia adalah berjuang, seperti mereka yang mengagung mendindingi dinNya
Jumat, 09 Juni 2017
Tesmak
Gemingmu menikam bulan berseri. Bintang mati disesaki laramu yang sendu.
Di kolam matamu yang tak lagi beriak. Memancar keruh dan tak lagi memantul pancarona pelangi. Tiada lagi lugu.