Selasa, 11 Desember 2018

Guru

Tak ada diksi yang paling puitis untuk melukis segala hal manis tulusmu guru

Jika terkias langit, aku hanyalah kehampaan dengan gelap pekat...
Dan kau adalah bulan dengan tuturmu yang berkerlipan indah untuk dipanut dan didengar..

Duniaku kini bergelimpangan warna, yang dulu hanya mampu membuat garis-garis. Terarah kini menjadi rangkaian bentuk kata yang perlahan menjelma rangkai puitis Karenamu...

Terima kasih guruku dari hatiku

Andai mentari tiada
Dunia mungkin beku dan bisu
Dan aku hanyalah sang malang dingin tanpa hangat sabarmu

Kau adalah titik cahaya yang kucari
Yang memancar pelangi  di setiap sudut bibirmu..

Kau adalah harapan yang tak berdasar balasan
Pengubah segala kemungkinan menjadi kenyataan..
Yang tak lelah dan jauh dari kata menyerah untuk membimbing dengan lentera ilmu-mu..

Jika surga adalah kalam yang serupa syukur. Maka yang paling surgawi adalah tempat terbaik yang pantas kau pijak.

Guru....

Terima kasih....

"Guru "
-AH- 240518

Senin, 10 Desember 2018

Hampir

Matamu rapuh dan gelisah
Aku bisa menembusnya
dan melihat ke dalam hatimu...

Ada resah di sana, tertidur nyenyak dalam dekapanmu...

Aku ingin membangunkannya
berbisik bahwa aku sudah memaafkan gegabah konyolmu kirana
Meyakinkanmu menyilakan resah agar menyerah dan lekas  enyah...

Kirana, tadi itu ceroboh...

ah, 19.39
101218

Minggu, 09 Desember 2018

Pembenam Pilu

Aku tak pernah mampu menjadi pembenam pilu yang angkuh
Memunguti rindu yang berceceran masih menjadi salah satu kegiatan bodoh kegemaranku

Saat pagi hingga petang, lalu siang hingga hampir setengah gelap malang, masih saja  kutelanjangi  senja yang semakin tenggelam dengan mengepul ceceran rindu yang kukumpulkan pada keranjang-keranjang risau.

-pembenam pilu- AH 23.17

Minggu, 15 Juli 2018

-pembenam pilu-

Aku tak pernah mampu menjadi pembenam pilu yang angkuh
Memunguti rindu yang berceceran masih menjadi salah kegiatan bodoh kegemaranku

Saat pagi hingga petang, lalu siang hingga hampir setengah gelap malang, masih saja  kutelanjangi  senja yang semakin tenggelam dengan mengepul ceceran rindu yang kukumpulkan pada keranjang-keranjang risau.

-pembenam pilu- AH 23.17

Rabu, 11 Juli 2018

Doa di Penghujung Senja

Doaku di penghujung senja sepertinya mulai dipeluk Tuhan
Mega kuning kemerahan menjadi ritme harap-harap cemas yang kumunajatkan

Sembari menguap tak terlalu lebar dan mengucek-ngucek mata berdiri untuk meregangkan tubuh
Tepat melihatmu yang sedang memeragakan tarian

Seperti biasa, kau menyenyumi, tersipu lalu malu-malu. Namun ku tak terjebak seperti dulu, "Tuhan memeluk doaku" gumamku.

Burung-burung riang terbang. Sudah hampir malam rupanya...

-doa di penghujung senja, AH 21.20- 110718

Sangkal

Tidak ada pembicaraan pagi hari seperti biasanya

Pagi ini telingaku dipenuhi dongeng-dongeng omong kosong serapahmu yang acapkali menyenggamai dusta
....

Sang Maha,
Mohonku agar lusa tuli saja

-Sangkal- AH 09.08 120718

Senin, 09 Juli 2018

-doa di penghujung senja-

Doaku di penghujung senja sepertinya mulai dipeluk Tuhan
Mega kuning kemerahan menjadi ritme harap-harap cemas yang kumunajatkan

Sembari menguap tak terlalu lebar dan mengucek-ucek mata berdiri untuk meregangkan tubuh
Tepat melihatmu yang sedang memeragakan tarian

Seperti biasa, kau menyenyumi dan tersipu lalu malu-malu. Namun ku tak terjebak seperti dulu, "Tuhan memeluk doaku" gumamku.

Burung-burung riang terbang. Sudah hampir malam rupanya...

-doa di penghujung senja, AH 21.20-