Rabu, 11 Juli 2018

Doa di Penghujung Senja

Doaku di penghujung senja sepertinya mulai dipeluk Tuhan
Mega kuning kemerahan menjadi ritme harap-harap cemas yang kumunajatkan

Sembari menguap tak terlalu lebar dan mengucek-ngucek mata berdiri untuk meregangkan tubuh
Tepat melihatmu yang sedang memeragakan tarian

Seperti biasa, kau menyenyumi, tersipu lalu malu-malu. Namun ku tak terjebak seperti dulu, "Tuhan memeluk doaku" gumamku.

Burung-burung riang terbang. Sudah hampir malam rupanya...

-doa di penghujung senja, AH 21.20- 110718

Sangkal

Tidak ada pembicaraan pagi hari seperti biasanya

Pagi ini telingaku dipenuhi dongeng-dongeng omong kosong serapahmu yang acapkali menyenggamai dusta
....

Sang Maha,
Mohonku agar lusa tuli saja

-Sangkal- AH 09.08 120718

Senin, 09 Juli 2018

-doa di penghujung senja-

Doaku di penghujung senja sepertinya mulai dipeluk Tuhan
Mega kuning kemerahan menjadi ritme harap-harap cemas yang kumunajatkan

Sembari menguap tak terlalu lebar dan mengucek-ucek mata berdiri untuk meregangkan tubuh
Tepat melihatmu yang sedang memeragakan tarian

Seperti biasa, kau menyenyumi dan tersipu lalu malu-malu. Namun ku tak terjebak seperti dulu, "Tuhan memeluk doaku" gumamku.

Burung-burung riang terbang. Sudah hampir malam rupanya...

-doa di penghujung senja, AH 21.20-

Kamis, 24 Mei 2018

-tersesat-

Kalau saja waktu bisa kulipat,
Jika memang mengejar adalah takaran sebuah kesungguhan
Maka akan lebih kunikmati saat-saat aku tersesat untuk lalu menyukaimu.

Kusapa... kamu

Kusapa kamu dengan sajak kama
Di mana puji-puji padamu adalah doa
Yang menjauhkanmu dari duka dan luka

Senin, 23 April 2018

Kamis, 05 April 2018

Ain Hati Puan

Oh puan penjaga, pemaham dan ahli pematri aksara. Muak dan mual adalah tipis beda, sederhana, nun dahsyat makna. Manalah kaktus tahu ain hati seorang puan, entah ain hati puan memuja-muji kaktus lain. Puan, senang dan tenang adalah tipis beda, nun dahsyat makna. Janji puan mampu terdengar namun hati tak ada daya. Maka pun titik sederhana jagalah sudah.